Longki : Pesparawi Ajang Penguatan Rohani Dan Seni Budaya

0
13

PALU,MEDIASULTENG.COM – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat propinsi Sulawesi Tengah secara resmi digelar, yang ditandai dengan tabuh gong oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H Longki Djanggola, M. Si. Didampingi para Walikota,Bupati dan pejabat terkait.

Pesparawi merupakan program reguler yang diadakan di tingkat nasional tiap 3 tahun, dan kali pertama digelar di Jakarta pada 1983. Yang bertujuan memperkuat rohani sekaligus mengembangkan kesenian dan kebudayaan khususnya dibidang vokal umat kristiani.

Gubernur Longki berharap kepada seluruh peserta Pesparawi pada kegiatan ini dapat memberi motivasi meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan, serta dapat memberi efek domino yang positif yaitu memelihara keadaan yang damai dan tenteram dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“ Saya memberi apresiasi dan berharap Kegiatan ini dapat memberi motivasi memelihara keadaan yang damai dan tenteram dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kita berkumpul disini berkomitmen menjadi masyarakat yang damai”. Kata gubernur Longki,Sabtu(29/6/2017).

Senada dengan Gubernur, Kepala kantor agama Sulawesi Tengah H. Abdullah Latopada, M Pd I. juga mengatakan bahwa acara ini digelar bertujuan mulia, yaitu membangun dan membina ketakwaan sekaligus meningkatkan kesadaran berkesenian dan berbudaya sesuai dengan Pancasila dan sejalan dengan undang-undang 1945. Ia juga menekankan bahwa kegiatan keagamaan semacam ini perlu diakomodir oleh pemerintah daerah secara baik. Pasalnya mereka inilah para pemuka agama sebagai ujung tombak pemerintah dalam menjaga dan membina kerukunan sesama dan antar umat beragama di masing-masing daerah.

“Lagu pujian pada kegiatan Pesparawi ini sebagai sarana. Tempat berkumpul. Dan hobby diakomodir yang menjadi berkah. Selain bakat terasah, kita sekaligus mendapat berkah dari Tuhan. Dan kedamaian dapat terjaga di Sulawesi Tengah. Saya juga ingin Keterlibatan Bupati, Walikota harus diperhatikan secara khusus pada acara keagamaan seperti ini. Karena merekalah di Lapangan yang membantu pemerintah menjaga kedamaian,”Ujar Abdullah.

Menurut ketua pelaksana Pesparawi Sulteng Bartolomeus Tandigala gelaran ini berlangsung dari 28-30 Juni dan diikuti tak kurang 957 peserta yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah. Terdapat 3 Kategori yang dipertandingkan; paduan suara dewasa campuran, paduan suara Remaja dan paduan suara wanita. Pemenang akan mewakili provinsi Sulawesi Tengah pada Pesparawi Nasional 2018 nanti di Pontianak Kalbar.**(HH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here