SELAMAT DATANG DI WEBSITE MEDIASULTENG.COM PORTAL BERITA LOKAL UNTUK DUNIA YANG MERUPAKAN WUJUD DARI KESUNGGUHAN KAMI UNTUK MEMBANGUN SULAWESI TENGAH. KAMI MENYADARI WEBSITE MEDIASULTENG.COM INI MASIH BANYAK KEKURANGAN YANG PERLU DIBENAHI, UNTUK ITU KAMI BERHARAP MASUKAN DAN SARAN DARI ANDA SEMUA DEMI SEMPURNANYA WEBSITE INI. TERIMAKASIH, DAN SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA.
Rabu , 18 Oktober 2017
Home / BERITA DAERAH / Pemerintah Desa Towale Bantah Palsukan Tanda Tangan Warganya.
Surat Pernyataan salah satu warga desa Towale, Marhan yang di unggah oleh akun Subhan Thahir dilaman facebooknya 15 Juni 2017 lalu.

Pemerintah Desa Towale Bantah Palsukan Tanda Tangan Warganya.

DONGGALA, MEDIASULTENG.COM- Dugaan pemalsuan tanda tangan warga Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala dalam dokumen LPJ tahap satu tahun 2016 di bantah keras oleh Kepala Desa Towale, Arjun.

Arjun mengungkapkan, dokumen LPJ ADD tahap satu tahun 2016 sudah sesuai prosedur. Bahkan kata dia, tahap satu dan dua sudah selesai diperiksa dan diasistensi oleh BPMD Kabupaten Donggala.

“Dokumen LPJ tahun 2016 tidak ada masalah. Sudah selesai diperiksa oleh BPMD. Soal tuduhan pemalsuan tanda tangan, itu tidak benar. Selaku pribadi maupun selaku Pemerintah Desa, saya tidak pernah memalsukan tanda tangan warga untuk dokumen LPJ ADD tahun 2016,” katanya kepada wartawan, Senin (17/7/2017)

Arjun menegaskan, warga yang merasa dipalsukan tanda tanganya dipersilahkan melapor ke Pemerintah Desa.

“Seyogyanya, kalau ada oknum yang merasa di palsukan tanda tanganya silahkan datang melapor. Pemerintah Desa siap berkoordinasi. Tapi sampai hari ini tidak ada yang melapor,” tuturnya.

Menurut Arjun, memalsukan tanda tangan adalah sebuah pelanggaran hukum. Selaku Pemerintah Desa dirinya tidak akan gegabah mengambil langkah yang merugikan Desa maupun dirinya secara pribadi.

“Sebagai Kepala Desa, tentu saya lebih berhati-hati mengambil sebuah keputusan. Apa lagi memalsukan tanda tangan, itu sebuah pelanggaran hukum,” pungkasnya.

Berita ini mencuat, setelah sebelumnya di media sosial facebook yang diunggah oleh akun Subhan Thahir tertanggal 15 Juli, beredar surat pernyataan beberapa warga Desa Towale terkait dugaan pemalsuan tanda tangan warga untuk laporan pertanggung jawaban pekerjaan MCK di dusun III Desa tersebut.

Pada salah satu surat pernyataan tertanggal 02 Juli 2017  atas nama Marhan disebutkan bahwa Marhan merasa tidak pernah menandatangani kwitansi atau menerima uang sebesar Rp.26. 324. 774 untuk pembelian bahan bangunan atau material pembangunan MCK dengan Pagu anggaran sebesar Rp 44 juta lebih tersebut.

Diduga kwitansi tersebut di lampirkan dalam dokumen LPJ ADD tahap satu tahun 2016 oleh Pemerintah Desa Towale.

 

About JOSE RIZAL

Check Also

Tingkatkan Persatuan, P3KI Gelar Dialog Kebangsaan.

DONGGALA, MEDIASULTENG.COM- Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Penerus Perjuangan Perintis Kemerdekaan Indonesia (P3KI) Sulawesi Tengah, menggelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT DATANG DI WEBSITE MEDIASULTENG.COM PORTAL BERITA LOKAL UNTUK DUNIA YANG MERUPAKAN WUJUD DARI KESUNGGUHAN KAMI UNTUK MEMBANGUN SULAWESI TENGAH. KAMI MENYADARI WEBSITE MEDIASULTENG.COM INI MASIH BANYAK KEKURANGAN YANG PERLU DIBENAHI, UNTUK ITU KAMI BERHARAP MASUKAN DAN SARAN DARI ANDA SEMUA DEMI SEMPURNANYA WEBSITE INI. TERIMAKASIH, DAN SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA.